Tahap ini untuk memahami rencana Anda sebelum ada komitmen apa pun. Kami tanyakan bagian mana yang ingin diubah, apa yang mengganggu dari kondisi sekarang, perkiraan anggaran, dan target waktu. Dari situ kami jelaskan mana yang realistis dan mana yang perlu disesuaikan.
Alasan orang merenovasi tidak selalu soal kerusakan. Sebagian datang karena anak sudah besar dan kamarnya perlu dipisah, sebagian ingin rumahnya lebih islami — menyediakan ruang khusus untuk salat, atau membuat area tamu tidak tembus langsung ke ruang keluarga. Sebutkan kebutuhan seperti itu di tahap ini juga. Bagian mana yang dibongkar dan ke mana jalur air dipindah ikut ditentukan dari situ, dan kalau baru disampaikan setelah pekerjaan berjalan, sebagiannya harus dibongkar ulang.
Satu hal yang biasanya terjawab di tahap ini: apakah yang Anda butuhkan renovasi yang mempertahankan bangunan lama, atau justru lebih masuk akal dibongkar dan dibangun kembali. Dua arah itu berbeda dari sisi biaya maupun cara menghitungnya, dan memilihnya di awal menghemat banyak waktu.
Konsultasi bisa lewat WhatsApp atau meeting online via Google Meet, tanpa biaya dan tanpa kewajiban melanjutkan.
Supaya diskusinya cepat mengarah, empat hal ini paling menentukan: luas bangunan yang ada sekarang, bagian yang ingin diubah, perkiraan anggaran, dan usia bangunan. Kalau ada denah lama atau gambar dari sertifikat, itu yang paling akurat.
Tiga hal lain membantu kalau kebetulan ada: foto bagian yang bermasalah seperti rembes atau retak, riwayat renovasi sebelumnya bila pernah dikerjakan pihak lain, dan foto rumah yang Anda sukai sebagai acuan gaya. Kalau belum tersedia, tidak masalah — sebagian justru baru terjawab saat tim membaca datanya.