Bisa, dan yang perlu diluruskan lebih dulu adalah anggapan bahwa rumah islami berarti gaya bangunan tertentu. Kubah, lengkung, dan ornamen timur tengah itu pilihan gaya, bukan syarat. Fasadnya boleh minimalis modern, tropis, atau apa pun yang Anda sukai — yang menentukan ada di pembagian ruang di dalamnya.
Empat hal ditetapkan sebelum denah dikunci: batas antara area tamu dan area penghuni — di situlah aurat penghuni rumah dijaga oleh tata ruangnya sendiri, bukan oleh kesigapan orang di dalamnya; arah kiblat sebagai acuan titik salat; posisi kloset supaya tidak menghadap atau membelakangi kiblat; dan bukaan yang tidak menghadap langsung ke area publik maupun teras tetangga.
Yang terakhir paling sering terlewat, dan itu diputuskan di atas lahan, bukan di denah. Jarak mundur bangunan dari jalan, arah jendela terhadap bukaan rumah tetangga, letak carport, dan tinggi pagar bersama-sama menentukan seberapa dalam bagian dalam rumah terlihat dari luar. Denah yang sudah benar pun tetap terbuka kalau jendela ruang keluarganya berhadapan persis dengan teras sebelah.
Semua itu hanya bisa diatur selama massa bangunan belum diletakkan — setelah pondasi dituang, menggesernya berarti membongkar. Orientasi bangunan terhadap matahari dan arah angin ditetapkan di tahap yang sama, supaya ruang dalam tetap sejuk dan udaranya berganti tanpa bergantung penuh pada pendingin.
Semua pertimbangan islami di atas bersifat opsional dan dibicarakan di tahap konsep, sebelum denah disusun.
Perencanaan dikerjakan untuk klien di seluruh Indonesia hingga luar negeri. Kantor operasional kami di Sidoarjo, dengan kantor perwakilan di Jakarta. Konsultasi dan seluruh tahap desain berjalan online, jadi lokasi lahan Anda tidak membatasi. Perencanaannya dikerjakan arsitek muslim, jadi pertimbangan di atas sudah jadi kebiasaan kerja, dan layanan kami tetap terbuka untuk siapa saja.